Postingan

Tentang kamu

Kamu datang tiba-tiba Tanpa didahului aba-aba Membawa canda tawa Di kedekatan yang tak lama Kamu lucu... lugu... Membuatku menikmati tawaku Tahukah kamu? Imaji gilaku hanya menemukan telingamu? Aku tak dapat menyangkal desah keluhku Dan aku tak mendustai kejengkelanku Yang kadang ikut mewarnai waktuku Menjadi kelabu saat bersamamu Tapi hanya bersamamu... Aku menikmati setiap bahagiaku Ia lengkap karena ada kamu Tanpamu... aku hanya bersorak pada batu Tentang kamu.. aku tak tahu.. Apa kata untuk mewakili itu Hanya satu kata dariku.. Luarbiasa... adalah kamu! Specially dedicated for the incredible

Firasat (poem version)

Melepasmu dengan penuh tanya Setengah hati bibirku berkata "iya" Mendadak hatiku diselubungi curiga Menggeleng emban beriringan iba Waktu menggandengmu pergi Semakin jauh...dan jauh lagi Imajiku berlabuhb melambung tinggi Entah kemana ia kali ini Aba-aba alam mengagetkanku Melarutkan dalam gamang sanubariku Jantungku berdetak tak menentu Firasat itu kian mendesakku Aku berlari mengejar angin Menggapai-gapai jejak parafin Bersimpuh aku dalam pelukan dingin Sesak dadaku bagaikan berteriak dalam kain Tapi Dia masih kembali Masih mengasihi waktu mengampuni kami Oh sungguh besar cinta Illahi Kepada semua hamba-Nya di bumi

Firasat

   "Apa?!" pekik Nanda,  walau tak mengeluakan suara lapangan nya, tapi cukup mengagetkan lawan bicara di telepon nya, "Kenapa gak ada yang ngasih tau gue, kalo Pramita jadi ke Jepang hari ini sih?" tanyanya, "Iya sorry. Handphone anak-anak pada low." jawab lawan bicaranya, Suci, Nanda menghela nafas, "Ya udah deh. Bilangin ke Pram, gue gak bisa nganterin dia ke bandara. Gue ada di Tasik. Salam dari gue." katanya, "Oke sip! Happy holiday, Nan." balas Suci, "Iya. sama-sama." Nanda mengakhiri pembicaraannya di telepon dengan Suci. Ia menoleh ke langit Tasikmalaya yang agak pucat. Entah kenapa, ia merasa ada yang ganjil, "Please deh, Nan, jangan mulai paranoid lagi." katanya pada dirinya sendiri, ia mengangkat bahu sejenak dan masuk ke dalam rumah.                                      ...

Part of me

Like a pair of shoes Can't be worn in ones Left completes the right And together walk around the path You save a peiec of me Missing complement that found You fill in my blank And set fire to my eternity of love Stick into me United with my soul Mixed in my blood And a half of my everything You're the part of me The one who complete my fragility Into a concrete seeker of dream And you're the one who fill in me

Memparafrase puisi

Memparafrasekan puisi berarti merubah puisi ke dalam bentuk prosa, atau paragraf narasi. Narasi nya sendiri lebih berbentuk monolog, atau semacam recount. Gampangnya lagi, isi diary. Dalam merubah puisi ke dalam bentuk prosa, perlu ditambahkan beberapa kata pada bait tertentu, atau menggabungkan satu bait dengan bait yang lain dengan kata pilihan yang tepat. Kuncinya, terdapat pada kreatifitas kita masing-masing dalam bermain dan merangkai kata, sehingga terciptalah paragraf padu dari puisi tersebut. Perlunya kata-kata tambahan dan trik menggabungkan bait itu supaya paragraf tidak rancu. Ada beberapa puisi yang kadang jarak kronologi antar bait nya jauh. Jadi, perlu di tambah beberapa bagian dan di atur sedemikian rupa supaya menjadi paragraf. Feeling juga berperan penting dalam parafrase puisi, karena, jika kita dapat merasakan bait, maka akan mempermudah penentuan kata yang akan digunakan untuk menyatukan bait-bait tersebut. Contoh: Aku membutuhkanmu,mantan kekasihku Disaa...

Saat hujan

Langit menggelap murung Awan hitam berarak menggelung Angin bertiup tak ramah dari arah gunung Dari jendela kulihat kabut mulai turun Bersamaan dengan titik titik kecil bagai embun Yang semakin lama semakin jatuh merimbun Aroma tanah basah nan segar memenuhi udara Menghirupnya dalam dalam serasa menghirup wangi surga Terlena dalam ketenangan tiada tara Seraya menyesap cappucino Kubuka album kenangan kuno Yang berdebu sampulnya...yang di dalamnya telah memudar puluhan foto Ingatan lama memeuhi benakku Di saat hujan inilah kita bertemu Dari hujan inilah kita menyatu Ku harap kamu tak sedang menangis disana Hujan semakin deras menggila Seperti airmatamu yang tumpah ketika inginmu tak terlaksana Album kuno itu kututup Meratapimu sudah kurasa cukup Tak ingin kenangan itu membuatku semakin tertelungkup Hujan memang pemutar waktu yang baik Mengilas sejarah dan kenangan dengan cara unik Dan memberi intisari berharga di setiap tetes yang menitik

Unexplainable feeling

Beribu lara ia goreskan Memahat banyak luka menganga Setelah penantian panjang Tak juga kuraih cintanya Dalam lorong kesendirian Kau hadir tiada terduga Tanoa kusadari...kau menutup luka itu Dengan hangatnya canda dan tawamu Ada suatu kenyamanan tak kasat mata Yang tercipta saat bersamamu Ada suatu rantai gaib Yang menjeratku dalam atmosfirmu Aku tak tahu apa yang tengah kurasakan Sesuatu serasa mengacak-acak perasaanku Namun, aku tak punya kuasa untuk melawan Bagai terlena dalam labirin rumit berselimut simfoni Rasa dalam hati ini tak dapat kupahami lagi Dengan imajinasi apalagi dengan logika Kau memberikan warna baru dalam hidupku Membuatku merasakan perasaa yang tak terjelaskan